Bawang Tiwai

Herbal Pembunuh Kanker Dari Dayak

Bawang Tiwai keringBawang Tiwai dibeberapa daerah di sebut bawang sabrang, Dayak/Berlian (Bawang Hutan)

Bawang Dayak/Berlian ditenggarai sebagai Pengusir berbagai penyakit terutama Kanker & Tumor !!

Tiwai mengandung senyawa fitokimia yaitu alkaloid, flavonoid, glikosida, fenolik, steroid, dan tanin. senyawa yang terdapat didalamnya sangat potensial sebagai obat. tak hanya kanker yang dapat disembuhkan penyakit mematikan pun dapat disembuhkan .

Alkaloid merupakan bahan organik mengandung nitrogen yang memiliki aktifitas hipoglikemik atau menurunkan glukosa darah penderita diabetes.

Bawang Tiwai membutuhkan syarat hidup pada ketinggian antara 600 – 2000 m dpl. Sangat cocok bila berada pada lahan yang kaya akan belerang. Bentuk dan warnanya lebih mirip bawang merah lanang.

 Ciri ciri tanaman :

Bawang Tiwai daunDaunnya berbentuk pita sepanjang 15-20 cm, lebar 3-5 cm mirip palem dengan tulang daun sejajar. Bunga berwarna putih dengan kelopak berjumlah lima.

 Bawang tiwai ini mengandung senyawa-senyawa yg meliputi alkaloid, saponin, tri terpenoid, steroid, glikosida, tanin, fenolik, dan flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat.

Cara Mengkonsumsi bawang tiwai dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung yang kita suka:

  1. Ambil 7-10 siung Bawang Tiwai lalu dikupas kemudian dimakan / dikunyah 3x sehari
  2. Ambil 7 – 10 siung Bawang Tiwai dicuci dengan Kulit kulitnya kemudian di iris2 lalu direbus dengan 3 gelas air menjadi 1,5 gelas lalu diminum 3 x sehari masing-masing ½ gelas
  3. Bawang Tiwai dibakar atau dikukus sebentar untuk menghilangkan rasa tidak nyaman, kemudian dimakan langsung atau sebagai lauk. Sekali makan 2 – 3 siung. Lakukan sehari 3x.
  4. Bawang Tiwai dalam bentuk kering, 15g sampai 20g dimasak dengan 3 gelas air hingga mendidih dan tinggal 1,5 gelas. Diminum 3x masing-masing 1/2 gelas.

 sumber diambil dari berbagai artikel tentang manfaat bawang tiwai

Iklan

Keladi Tikus Atasi Kanker

keladi-tikus
Keladi tikus (Typhonium flagelliforme) adalah tanaman yang memiliki umbi putih, daun segitiga dan mahkota bunga berbentuk panjang ramping berwarna putih seperti ekor tikus. Dari sinilah rupanya nama keladi tikus diambil. Tumbuhan sejenis talas yang bisa mencapai setinggi 30 cm ini tumbuh secara liar di wilayah Asia Tenggara hingga bagian selatan India dan Sri Lanka.

Manfaat Keladi Tikus
Di kalangan masyarakat umum, keladi yang sedikit beracun ini secara tradisional dimanfaatkan untuk mengurangi peradangan, batuk dan terutama untuk pengobatan kanker. Cara pemanfaatnya adalah dengan membuat jus dari umbi segarnya yang dicampur madu untuk dikonsumsi sebagai minuman. Ada juga praktek-praktek lain di mana daunnya dimakan sebagai lalapan mentah.

Beberapa kandungan kimia telah teridentifikasi secara ilmiah terdapat dalam keladi tikus. Heksana di dalamnya dilaporkan mengandung hidrokarbon jenuh dan asam alifatik, sedangkan etil asetat di dalamnya diketahui mengandung asam lemak aromatik. Selain itu, terdapat juga glikosida fenilpropanoid, sterol, dan cerebroside yang dilaporkan memiliki efek anti-hepatotoksik, mengurangi dahak, anti-asmatik, anti-inflamasi, analgesik dan sedatif.Studi farmakologi yang dilakukan pada tikus juga menunjukkan bahwa jus ekstrak keladi tikus mampu mencegah hepatocarcinogenesis (pertumbuhan sel-sel kanker hati). Keladi tikus membantu detoksifikasi sistem darah dan menghasilkan mediator yang merangsang sistem kekebalan tubuh yang kuat untuk melawan sel-sel kanker, seperti pada kanker paru, kanker prostat, kanker payudara, kanker hati dan kanker darah. Karena alasan ini, keladi tikus juga bermanfaat mengurangi efek samping kemoterapi dan radioterapi dalam pengobatan kanker. Kandungan zat aktif heksan dan diklorometana pada tanaman ini dipercaya menghambat pertumbuhan sel-sel kanker secara signifikan, dengan hampir tanpa efek samping karena tidak sitotoksik terhadap sel-sel normal (non-tumorigenik). Keladi tikus bahkan juga mengandung asam amino esensial tinggi yang dikenal sebagai arginine, agen yang mempertahankan metabolisme dan pertumbuhan normal sel-sel.

Anjuran pemakaian
Keladi tikus umumnya harus dikonsumsi selama 3-6 bulan sebelum Anda bisa melihat efek pengobatannya. Namun, dalam beberapa kasus ada juga yang melaporkan sudah melihat hasilnya dalam waktu lebih pendek. Keladi tikus dapat memberikan efek samping seperti mual, muntah dan feses berwarna kehitaman. Meskipun umumnya hal itu menandakan bahwa efek terapeutiknya bekerja, bila efek samping terlalu besar, sebaiknya menghentikan konsumsi untuk sementara.

——————————————————–

Sumber: disarikan dari Typhonium flagelliforme inhibits cancer cell growth in vitro and induces apoptosis: An evaluation by the bioactivity guided approach, Choon-Sheen Lai, et.al, Journal of Ethnopharmacology, 2008 dan berbagai sumber lain.

Temu Putih Pemberantas Kanker

Temu Putih Yag Berkhasiat

Tanaman ini sering dianggap sebagai kunyit putih. Sering pula ia disangka sebagai temu mangga. Padahal tanaman yang dipercaya mampu “membunuh” sel-sel kanker itu adalah temu putih. Tanaman ini masuk dalam spesies tumbuhan familia Zingeberaceae(tumbuhan semak yang berumur tahunan). Temu putih yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan orang, dapat tumbuh hingga 1000m dpl, di lahan seperti hutan jati dan tanah penggembalaan. Dalam buku Chinese Medicinal Herb of Taiwan, temu putih memang telah lama dikenal dapat melancarkan sirkulasi darah, antiradang, dan bersifat frimbilonitik(melumatkan bekuan darah). Hebal yang satu ini tampaknya spesial untuk mengobati penyakit yang terkait dengan kanker dan wanita. Diantara penyakit yang bisa diobati dengan tanaman ini adalah, kanker mulut rahim, kista rahim, nyeri haid, tumaor rahim, pelega perut dan jamu bagi ibu yang melahirkan.

Temu Putih – Herbal alami pemberantas kanker

Tumbuhan atau tanaman temu putih sering disebut sebagai kunyit putih atau temu mangga dalam bahasa ilmiah disebut Curcuma Zedoaria. Tanaman temu putih ini dipercaya dapat membunuh sel-sel kanker. Temu putih ini termasuk dalam spesies tumbuhan familia Zingeberaceae (tumbuhan semak yang berumur tahunan).

Dalam sebuah buku Chinese Medicinal Herb of Taiwan, mengatakan temu putih dapat melancarkan peredaran darah, anti radang dan temu putih bersifat frimbikonitik (melumatkan bekuan darah). Namun herbal satu ini erat kaitannya dengan kanker yang lebih banyak diidap oleh wanita, seperti kanker rahim, kista rahim, nyeri haid, tumor rahim, pelega perut dan jamu atau herbal lainnya untuk ibu pasca melahirkan.

Temu putih memiliki nama daerah seperti koneng tegal (sunda), temu pepet (jawa) dan nama asing dari temu putih seperti white tumeric ( inggris ), kencur atau ambhalad (india), cedoria (spanyol) dan er-chu (china).

Klasifikasi dan morfologi temu putih :

– Divisio : Spermatophyta
– Subdivisio : Angiospermae
– Kelas : Monocotyledonae
– Bangsa : Zingiberales
– Suku : Zingiberaceae
– Marga : Curcuma
– Jenis : Curcuma zedoaria (Berg.) Rosc. (Backer and Van den Brink, 1968).

Morfologi dan Kandungan temu putih :

Temu putih termasuk dalam tumbuhan tahunan, dengan tinggi mencapai 2 m, tumbuh tidak berkelompok, daun berbentuk lanset memanjang berwarna merah lembayung di sepanjang tulang tengahnya. Bunga keluar dari rimpang samping, menjulang ke atas membentuk bongkol bunga yang besar. Mahkota bunga berwarna putih dengan guratan pada tepi bergaris berwarna merah tipis atau kuning. Rimpang berwarna putih atau kuning muda dan rasanya cukup pahit.

Menurut Hong kim lee, temu putih ini berasal dari Himalaya India dan menyebar luas di negara-negara Asia seperti China, Vietnam dan Jepang. Di Indonesia, temu putih ini banyak tumbuh liar di Sumatera ( Gunung dempo), di hutan jati jawa timur, jawa barat dan jawa tengah. Temu putih tumbuh pada ketinggian sampai 1000 mdpl.

Senyawa alamiah dalam temu putih ini secara tradisional sebagai anti mikroba dan anti fungal, senyawa yang teridentifikasi adalah cyclopropanosesquitertene, curcumenone dan 2 spirolactones, curcumanolide A dan curcumanolide B. Pada shoots muda dari C. zedoaria mengandung (+)-germacrone-4,5-epoxide, sebuah intermediet kunci pada biogenesis a germacrone-type sesquiterpenoids. Di negara Brazil, digunakan sebagai obat penurun panas. Aktivitas ini dikarenakan adanya senyawa yang bertanggung jawab yaitu curcumenol (Navvaro et al., 2002). Kandungan kimia rimpang Curcuma zedoaria Rosc terdiri dari : kurkuminoid (diarilheptanoid), minyak atsiri, polisakarida serta golongan lain. Diarilheptanoid yang telah diketahui meliputi : kurkumin, demetoksikurkumin, bisdemetoksikurkumin, dan 1,7 bis (4-hidroksifenil)-1,4,6-heptatrien-3-on (Windono dkk, 2002).

Minyak atsiri berupa cairan kental kuning emas mengandung : monoterpen dan sesquiterpen. Monoterpen terdiri dari : monoterpen hidrokarbon (alfa pinen, D-kamfen), monoterpen alkohol (D-borneol), monoterpen keton (D-kamfer), monoterpen oksida (sineol). Seskuiterpen pada Curcuma zedoaria terdiri dari berbagai golongan dan berdasarkan penggolongan yang dilakukan terdiri dari : golongan bisabolen, elema, germakran, eudesman, guaian dan golongan spironolakton. Kandungan lain meliputi : etil-p-metoksisinamat, 3,7-dimetillindan-5-asam karboksilat

Manfaat dan Keunggulan temu putih dipercaya sebagai obat untuk mencegah, mengatasi dan mengobati kanker serta tumor tidak diragukan lagi karena senyawa kimia alamiah yang dimilikinya.

Berikut adalah beberapa manfaat dari temu putih :

Temu putih atau yang biasa disebut dengan curcuma mangga mengandung “protein toksis” yaitu sejenis Ribosome in Activating Protein ( RIP ) yang berfungsi sebagai protein yang mampu menonaktifkan Ribosom, sehingga sintesa protein di dalam sel terganggu. Protein inilah yang akan melakukan penetrasi ke dalam sel kanker sehingga sel kanker tidak dapat berkembang biak, karena sel kanker memiliki batas umur, maka lama-kelamaan akan habis dengan sendirinya.

Dari uraian tersebut terlihat tiga manfaat Temu Putih dalam memberantas kanker, yaitu :

  1.  RIP bertugas memblokade pengembangbiakan sel kanker, sehingga lama-lama akan habis
  2. Antioksidan pada temu putih dapat mencegah kerusakan gen. Dimana kerusakan gen adalah salah satu penyebab utama terjadinya kanker.
  3. Zat anti inflamsi pada temu putih berfungsi untuk menghilangkan peradangan, karena kanker selalu disertai peradangan.
  4. Temu putih merupakan herbal alami, sehingga tidak meninmbulkan efek samping meskipun digunakan dalam jangka panjang akan tetap aman bagi manusia.

– Temu putih juga dapat dimanfaatkan sebagai obat kudis, radang kulit, pencuci darah, perut kembung, gangguan saluran pencernaan dan obat herbal alami sebagai pembersih dan penguat ( tonik ) sesudah masa nifas pasca melahirkan.

  • Temu putih dapat mengatasi nyeri haid (dismenore)
  • Temu putih dapat membantu mengatasi menstruasi tidak teratur (anemore)
  • Temu putih dapat membersihkan darah, akibat perdarahan atau luka berat
  • Temu putih membantu mengatasi gangguan pencernaan (dispepsi)
  • Temu putih mengatasi rasa mual dan perut kembung
  • Temu putih mengatasi gangguan pembesaran hati (hepatomegali) akibat pembengkakan atau infeksi pada liver
  • Temu putih dapat mengatasi gangguan limpa (Splemonegali)
  • Temu putih dapat mengatasi berbagai jenis kanker ( kanker yang berkaitan erat pada wanita ) misalnya kanker rahim, tumor rahim, kista, miom dsb
  • Temu putih dapat meningkatkan efektivitas dan kerja dari tiap jaringan tubuh bagi seseorang yang sedang melakukan kemoterapi.

Temu putih banyak dijual dalam bentuk kapsul, bagi anda yang ingin mendapakan kapsul temu putih yang berkualitas silahkan hubungi penulis

Sarang Semut Bantai Kanker

Sarang Semut Terbukti Tumpas Kanker, Tumor, dan Penyakit Berat!

Tumbuhan sarang semut bukanlah sarang semut yang terbuat dari tanah yg dibangun koloni semut di dalam tanah, tetapi ini adalah tumbuhan epifit yang tumbuh di ranting pohon besar. Tumbuhan ini bukanlah parasit, tetapi hanya menumpang hidup di dahan yg lebih kuat dan lebih besar. Tumbuhan ini hidup di dataran tinggi Papua, terutama di Wamena.

Tumbuhan ini memiliki banyak ruangan kecil di dalam batangnya, seperti labirin, yang ditinggali oleh sekelompok semut sejenis, yaitu semut hitam hutan. Ada hubungan simbiosis yang terjalin kuat antara semut dan tumbuhan tersebut. Semut menyediakan  banyak ruangan untuk ditinggali semut, sedangkan semut menyediakan banyak makanan dan nutrisi sebagai hadiah yang dibawa semut untuk sang tumbuhan.

Fakta :  Bebas dari Kanker & Tumor dengan herbal Sarang Semut hanya dalam waktu hitungan bulan saja,  tanpa perlu operasi, kemoterapi, atau biopsi! Juga terbukti ampuh membantu pengobatan TBC, Diabetes, Hipertensi, Lever, Asam Urat, Jantung Koroner, dan berbagai penyakit berat lainnya. Dikonsumsi oleh ribuan orang dan terus bertambah sejak diperkenalkan 8 tahun yang lalu.

“Saya yakin Sarang Semut adalah salah satu obat herbal yang sangat ampuh dan bisa menolong banyak orang yang penyakitnya susah disembuhkan dengan obat medis. Apalagi sekarang telah didukung dengan penelitian ilmiahnya. Rata-rata mereka yang meminum… mendapatkan hasil setelah seminggu, bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya.” – Hendro Saputro, Peneliti Sarang Semut, Majalah Natural.

Sarang Semut (Myrmecodia pendans) merupakan tanaman yang berasal dari Papua yang secara tradisional telah digunakan oleh penduduk asli Papua untuk mengobati berbagai penyakit secara turun-temurun.

Dan sekarang, hasil penelitian modern mendapati bahwa tanaman ini mengandung senyawa aktif penting seperti flavonoid, tokoferol, fenolik, dan kaya akan berbagai mineral yang berguna sebagai antioksidan dan anti-kanker sehingga tepat digunakan untuk pengobatan kanker dan tumor.

Sarang Semut Sudah Diakui Berkhasiat!

Sejak diperkenalkan 6 tahun yang lalu sebagai tanaman obat, pengguna Sarang Semut kini semakin bertambah, tidak terbatas di Indonesia, tetapi juga digunakan di beberapa negara lain, seperti Singapura, Malaysia, Jerman, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat.

“Tak heran, setahun terakhir ini Sarang Semut semakin dipercaya dan banyak orang menyandarkan harapan kesembuhan padanya. Kenyataan ini sebenarnya cukup beralasan, apalagi banyak peneliti membuktikannya melalui berbagai kajian ilmiah.” Harian Kompas

“Hasilnya memang mencengangkan, tanaman ini terbukti ampuh mengatasi beragam penyakit berat, seperti: kanker, diabetes, hipertensi, lever, asam urat, dan jantung. Setelah khasiatnya terkuak, sejumlah lembaga penelitian tergerak untuk melakukan penelitian mendalam.”Majalah Trubus

“Setelah dicoba selama 5 tahun hasilnya sangat mencengangkan. Penyakit-penyakit seperti kanker, wasir, nyeri sendi, jantung, gangguan ginjal, prostat pun lenyap. Selain itu, hasil olahan Sarang Semut juga dapat meningkatkan air susu ibu.” Majalah Natural

Dikenalnya Sarang Semut sebagai tanaman berkhasiat tidak lepas dari gencarnya pemberitaan di media massa, yang berlomba-lomba mengulas tentang keajaiban khasiat Sarang Semut. Beberapa media bahkan menampilkan kesaksian dari mereka yang tersembuhkan oleh herbal Sarang Semut.

Kesaksian Pengguna Sarang Semut

Banyak kabar baik dari para pengguna Sarang Semut yang telah dilaporkan. Kabar ini tidak hanya dari tempat asalnya, Papua, tapi juga dari seluruh Indonesia, dan telah banyak dipublikasikan di berbagai media cetak dan elektronik.

Berikut adalah beberapa testimonial pengguna Sarang Semut yang telah kami kumpulkan langsung dari pelanggan kami dan beberapa media lain.

Kanker Payudara, Nita Ekawati (30 Thn). “Saya seorang ibu rumah tangga. Saya memiliki beberapa benjolan sebesar kelereng di payudara. Benjolan ini sangat membuat saya tidak nyaman apalagi harus menyusui anak juga.

Akhirnya, saya di temani suami pergi memeriksakan diri ke dokter. Setelah di periksa, dokter mengatakan sepertinya ini mengarah ke gejala kanker payudara. Dokter menyarankan untuk dibedah saja. Sepulang ke rumah, saya dan suami berdiskusi, akhirnya kami memutuskan untuk mencoba pengobatan alternatif.

Suami saya pun segera menelpon dan membeli paket Sarang Semut. Di Luar dugaan saya dan suami, dalam waktu kurang dari sebulan benjolan-benjolan yang menganggu di payudara saya sudah sebagian yang hilang dan sebagian lagi sudah mengecil. Sampai sekarang ini, saya masih mengonsumsi Sarang Semut untuk menyempurnakan kesembuhan saya.

Terima kasih herbal Sarang Semut! Saya sangat puas, karena saya bisa pulih tanpa perlu melewati meja operasi dan perawatan medis yang cukup menguras biaya dan stamina.”

Bagi anda yang tertarik manfaat sarang semut di atas dan ingin mencoba sarang semut asli dan berkualitas, silahkan kontak saya di : 081318188357

Sirih Merah Membuat Kanker Tidak Betah

Bagi penderita Kanker, kalau bisa sering dan rajin minum rebusan daun  Sirih Merah, karena membuat kanker sulit untuk bermetastase dalam tubuh kalau rajin mengkonsumsi Sirih merah, dibawah ini ulasan singkat mengenai sirih merah :

sirih merah

Khasiat daun sirih sudah dipercaya nenek moyang kita untuk kesehatan, Dan penelitian baru-baru ini menunjukkan manfaat yang dimilikinya terutama daun sirih merah memang benar apa adanya. Ciri khas tanaman tropis ini adalah berbatang bulat hijau keunguan dan tidak berbunga. Permukaan daun sirih merah mengkilap dan tidak merata serta sebagai produksi teh merah bertangkai membentuk jantung hati dan bagian atasnya meruncing.

Daun sirih merah sama halnya dengan hijau juga tumbuh merambat di pagar atau pohon. Manfaat tanaman ini dari Ivorra, M.D dalam buku “A Review of Natural Product and Plants as Potensial Antidiabetic,” memiliki  senyawa aktif alkaloid teh sirih dan flavonoid teh merah yang dapat menurunkan kadar glukosa darah.

Bahkan khasiat dari daun sirih merah ini sudah benar-benar dimanfaatkan oleh Masyarakat Sleman secara turun temurun. Selain kencing manis, masyarakat disana menggunakan sirih merah sebagai obat tradisional untuk mengatasi penyakit seperti kanker, asam urat, hepatitis, kelelahan dan maag, peradangan,  hipertensi (darah tinggi), dan ambien.

Dua peneliti dari IPB yaitu mbak Mega Safithri dan Farah Fahma telah meneliti toksisitas ekstrak air daun sirih merah dan kemampuannya dalam menurunkan kadar glukosa darah pada binatang bernama tikus. Sebanyak 200 gram daun sirih merah direbus bersama 1 liter air sampai volumenya tinggal 100 mililiter. Perbandingan berat daun sirih merah dengan volume ekstrak rebusan yang diminum adalah 200 gram : 100 mililiter atau 2 : 1. Yang mana daun sirih merah sangat aman untuk dikonsumsi.

Manfaat Kelor Bagi Penderita Kanker

DAUN KELOR%

Para penderita kanker umunya memiliki masalah mal nutrisi alias kekurangan nutrisi. Banyak penderita kanker mengatakan bahwa mereka sudah merasa konsumsi makanan yang bergizi, tetapi sayangnya banyak yang tidak tahu bahwa makanan bergizi yang dimakannya umumnya dimanfaatkan oleh sel sel kankernya untuk perkembangan sel sel kanker. Sedangkan untuk sel sel sehat tubuhnya sama sekali tubuhnya tidak kebagian jatah.

Jika tubuh kekurangan gizi maka daya tahan tubuh menurun bagaimana daya tahan tubuh mampu melawan kanker. Solusinya banyak banyak makan daun kelor yang kaya gizi, namun uniknya gizi daun kelor tidak dapat di serap oleh sel sel kanker. Pelajari lebih jauh tentang daun kelor di bawah ini.

Pohon Kelor mungkin adalah salah satu tetumbuhan yang sekarang sudah kehilangan pamornya sebagai bagian dari kulinari masyarakat Indonesia bahkan di Bali yang notebene masih berupa perkampungan dan dikalahkan oleh bok choy atau segala sawi-sawian yang gamapang cara pengolahannya dan gampang juga didapatkan mulai dari pasar tradisional hingga ke pasar moderen

Kelor tentulah bukan sawi, apalagi bayam. Pohon kelor yang kita kenal termasuk dalam keluarga Moringa adalah jenis Moringa Oleifera dengan berbagai nama popular seperti Drumstick (mengambil dari buah daun kelor) West Indian Ben, hingga benzolive tree bahkan horseradish tree yang mengambil nama dari akar pohon kelor yang terasa seperti horseradish

Tumbuhan yang hidup mulai dari bersuhu semi-arid, tropikal  hingga sub tropikal ini  ternyata juga di kembangkan di Hawai untuk pasar Amerika Serikat. Di negara berkembang, pohon kelor (terutama bagian yang bisa  dimakan) digunakan sebagai asupan nutrisi, juga sebagai pakan ternak, penjaga ketahanan tanah dan sebagai bagian dari keamanan bahan makanan.

Bagian-bagian yang biasa  dimakan dari pohon kelor ini yang paling pastinya adalah daun dan buah muda yang berbentuk drumstick tersebut.. Berikut kandungan gizi daun kelor yang saya ambil dari http://Wikipedia.org  sebagai berikut :

Vitamin A Wortel 1.8 mg
Vitamin A Kelor 6,8 mg
Kalsium Susu 120 mg
Kalsiium Kelor 440 mg
Potassium Pisang 88 mg
Potassium Kelor 259 mg
Protein Yogurt 3,1 g
Protein Kelor 6,7 g
Vitamin C jeruk 30 mg
Vitamin C Kelor 220 mg

Memperlihatkan bahwa kandungan nutrisinya sekitar lebih dari 2 kali lipat dari beberapa asupan popular bahkan untuk beberapa sumber gizi seperti Jeruk dan Pisang sekita 4 kali.

Ini menunjukkan bahwa daun kelor pantas digunakan sebagai alternative ataupun sumber utama asupan sumber gizi.

Daunnya sendiri juga dapat dimakan selama direbus sebelum di olah dan di Thailand umpamanya dicampurkan ke telur dadar. Saat saya berada di Buleleng-Bali, saya menyukai daun kelor yang dimasak dengan berbagai cara mulai dari dicampurkan ke telor dan dimasak dengan cara didadar, sayur bersantan (umumnya dicampur juga dengan  serutan jagung muda) atau dimasak dengan campuran serutan kelapa . Untuk buah mudanya sendiri saya suka dibuat semacam sayur bening dan masih menjadi salah satu menu utama jika lagi di Bali lengkap dengan ikan segar yang digoreng.

Bagaimana dengan anda?

Daun Sirsak Lawan Kanker

Cara Mengolah Daun Sirsak Menjadi Obat – Penemuan senyawa Cytotoxic pada daun sirsak yang mampu menghambat hingga membunuh sel-sel tubuh yang mengalami pertumbuhan tidak normal telah membuat daun sirsak menjadi salah satu obat yang dipercaya dapat mengobati penyakit kanker.
Meski sebagian pendapat para medis telah mengemukakan bahwa penyembuhan kanker tidak terlalu efektif bila hanya mengkonsumsi obat dari daun sirsak, tetapi masih sangat besar minat masyarakat untuk menjadikan daun sirsak sebagai obat tradisional untuk penyakit kanker.

Cara Mengolah Daun Sirsak Menjadi Obat

Bagaimana sebenarnya cara mengolah daun sirsak menjadi obat, khususnya untuk mengatasi penyakit kanker? Menurut pernyataan ahli budidaya tanaman sirsak dari Taman Wisata Mekarsari, Stefanus dan Darmawan Tri Wibowo seperti yang dikutip dari Okezone.com, menyebutkan bahwa ada 3 cara mengolah daun sirsak menjadi obat, diantaranya adalah sebagai berikut:

daun_sirsak

  1. Cara pertama adalah dengan memanfaatkan daun sirsak kering antara 10-15 lembar yang kemudian direbus dengan 2 gelas air, hingga tersisa menjadi 1 gelas rebusan. Adapun proses perebusan dilakukan dalam waktu 1 hingga 1,5 jam. Perlu juga diketahui bahwa proses pengeringan daun sirsak sebaiknya dilakukan bukan dibawah sinar terik matahari, karena hal ini dikhawatirkan akan merusak senyawa yang terdalam didalam daun sirsak.
  2. Cara mengolah daun sirsak untuk pengobatan kanker yang kedua dapat dilakukan dengan merebus 10-15 lembar daun sirsak basah dengan 3 gelas air, hingga tersisa 1 gelas air rebusan. Pada saat merebus sebaiknya menggunakan kendi atau panci yang terbuat dari tanah liat agar kemurnian zat yang ada pada daun sirsak tetap terjaga. Air rebusan diminum selagi hangat setiap hari,  pagi atau sore hari selama 3-4 pekan.
  3. Sementara cara ketiga mengolah daun sirsak menjadi obat kanker dapat dilakukan dengan memblender 3-5 lembar daun sirsak basah dengan menambahkan 1/4 gelas air (50 cc) air hangat untuk membantu proses penghancuran. Sebelum diblender, daun sebaiknya dipotong menjadi 3-4 bagian agar lebih cepat hancur. Setelah hancur, masukkan daun ke wadah dengan penutup rapat, lalu tambahkan 1 gelas air panas ke dalamnya dan aduk sampai rata.
  4. Tutup wadah dengan rapat agar panas tetap terjaga dan proses ekstraksi senyawa dapat maksimal. Biarkan selama 15-20 menit, setelah itu saring olahan untuk diambil airnya dan minum selagi hangat.
  5. Bila tidak ada blender, pengolahan daun sirsak bisa juga dengan cara digerus menggunakan cobek dengan teknik pengolahan yang sama dengan cara diblender.

Demikianlah berbagai cara mengolah daun sirsak menjadi obat, khususnya untuk pengobatan penyakit kanker.