Kanker Tulang

osteosarkoma

Kanker Tulang

Tumor adalah pertumbuhan sel baru, abnormal, progresif, dimana sel-selnya tidak pernah menjadi dewasa. Angka kejadian tumor tulang bila dibandingkan dengan jenis tumor lain adalah kecil, yaitu kurang lebih 1% dari seluruh tumor tubuh manusia. Tumor bersifat ganas bila tumor berkemampuan untuk menyebar ke tempat lain (mampu bermetastasis) dan dikatakan jinak bila tidak mampu untuk bermetastasis. Paru-paru merupakan organ yang paling sering dihinggapi oleh anak sebar tumor ganas.

Tumor tulang primer merupakan tumor tulang dimana sel tumornya berasal dari sel-sel yang membentuk jaringan tulang, sedangkan tumor tulang sekunder merupakan anak sebar tumor ganas organ non-tulang yang bermetastasis ke tulang.

Berdasarkan penilaian klinis, radiologis dan histopatologis yang cermat dari masing-masing tumor tulang, maka dapat ditentukan staging tumor tersebut. Staging berlaku untuk tumor jinak dan tumor ganas tulang. Sistem staging yang dipakai untuk tumor tulang ialah Surgical Staging System dari Enneking.

Untuk tumor ganas ada 3 tingkat stadium, yaitu :

  1. Stadium I, bila derajat keganasannya rendah.
  2. Stadium II, artinya tumor mempunyai derajat keganasan tinggi.
  3. Stadium III, yang berarti tumor sudah menyebar.

Osteosarkoma (Sarkoma Osteogenik) adalah tumor tulang ganas primer, dimana tumor ganas ini memproduksi tulang dan sel-selnya berasal dari sel mesenkimal primitif.
Berdasarkan WHO definisi osteosarkoma adalah :

Primary high grade malignant tumour in which the neoplastic cells produce osteoid (Christopher D.M., 2002: 264).
Osteosarkoma merupakan tumor ganas yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Rata-rata penyakit ini terdiagnosis pada umur 15 tahun. Angka kejadian pada anak laki-laki dan anak perempuan adalah sama, tetapi pada akhir masa remaja penyakit ini lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki. Penyebab yang pasti tidak diketahui. Karena belum diketahui penyebabnya, maka sulit kita mencegah. Untuk diketahui, kanker tulang tidak ada kaitannya dengan makanan. Ada orang menduga akibat radioaktif yang terdapat di lingkungan masyarakat.
Osteosarkoma cenderung tumbuh di tulang paha (ujung bawah), tulang lengan atas (ujung atas) dan tulang kering (ujung atas).Ujung tulang-tulang tersebut merupakan daerah dimana terjadi perubahan dan kecepatan pertumbuhan yang terbesar. Meskipun demikian, osteosarkoma juga bisa tumbuh di tulang lainnya.

Osteosarkoma dibagi menjadi dua tipe :

  1. Tipe sentral yaitu tumor yang tumbuhnya di dalam tulang.
  2. Tipe perifer yaitu tumor yang tumbuhnya di permukaan tulang.
    Di Indonesia belum ada pusat data mengenai kanker tulang secara menyeluruh. Memang ada rencana RS Kanker Dharmais dengan RS Cipto Mangunkusumo mendirikan pusat data ini. Kalau ini terwujud nanti pasti prevalansinya diketahui.

a. Gejala danTanda

Gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri. Sejalan dengan pertumbuhan tumor, juga bisa terjadi pembengkakan dan pergerakan yang terbatas. Tumor di tungkai menyebabkan penderita berjalan timpang, sedangkan tumor di lengan menimbulkan nyeri ketika lengan dipakai untuk mengangkat sesuatu benda. Pembengkakan pada tumor mungkin teraba hangat dan agak memerah.
Tanda awal dari penyakit ini bisa merupakan patah tulang karena tumor bisa menyebabkan tulang menjadi lemah. Patah tulang di tempat tumbuhnya tumor disebut fraktur patologis dan seringkali terjadi setelah suatu gerakan rutin. Berdasarkan Jess H. Lonner, tanda osteosarkoma adalah :
Paint and swelling, decreased range of motion, localized warmth and pathological fracture. (Jess H. Lonner, 1999: 243).

b. Pemeriksaan yang biasa dilakukan :

  1. Rontgen tulang yang terkena untuk melihat luasnya kerusakan tulang
  2. Rontgen dada untuk melihat adanya penyebaran ke paru-paru
  3. Bone Scan tulang untuk melacak penyebaran ke tulang yang lain
  4. Pemeriksaan darah yaitu alkaline phosphatase serum
  5. Pemeriksaan histopatologi dengan biopsi jarum dan biopsi terbuka

C.  Penanganan

Hampir setiap kanker tulang ganas dengan segala kondisi apapun, dahulu selalu dilakukan amputasi untuk menghindari kematian. Sekarang dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dilakukan cara lain yang lebih “terhormat” yaitu menggunakan metode teknik baru limb salvage, dimana teknik terapi baru ini telah dikembangkan di hampir semua pusat penyembuhan kanker di seluruh dunia. Tujuan operasi adalah untuk menghilangkan tumor lokal pada tulang yang terkena.

Menurut Prof. Errol, operasi ini dibagi menjadi dua :

Limb salvage yaitu tulang yang terkena tumor ganas disambung dengan bekas kaki pasien lain yang baru saja meninggal dunia atau tulang yang terkena tumor pada stadium dini dimatikan dulu dengan radiasi kemudian dipasang lagi.

Limb ablation yaitu tulang yang terkena tumor ganas di amputasi.
(Errol, 2005: 29).

Sekarang sebelum dilakukan pembedahan, diberikan kemoterapi yang biasanya akan menyebabkan tumor mengecil. Kemoterapi juga penting karena akan membunuh setiap sel tumor yang sudah mulai menyebar.
Kemoterapi yang sekarang dianut adalah neo ajuvant therapy, pada metode ini diberikan terlebih dahulu 3 siklus kemoterapi pra operasi dan kemudian diberikan lagi kemoterapi pasca bedah 3 siklus. Kemoterapi yang biasa diberikan adalah metotreksat dosis tinggi dengan leukovorin, Doxorubicin (adriamisin), Cisplatin, Cyclophosphamide (sitoksan), dan Bleomycin.
Prognosis (Ramalan Hasil Akhir Perjalanan Penyakit)

Pada permulaannya prognosis osteosarkoma adalah buruk, five years survival rate-nya hanya berkisar antara 10-20%, belakangan ini dengan terapi ajuvan berupa kemoterapi yang intensif, maka five years survival rate menjadi lebih baik, mencapai 60-70%, bahkan ada yang mencapai 100%.
Berkat kemoterapi pra bedah maka tindakan amputasi juga sudah jauh berkurang. Sekarang di pusat-pusat pengobatan kanker tulang yang lengkap, lebih sering dilakukan tindakan limb salvage.

Akibat Ketidaktahuan dalamPengobatan

Masyarakat sering mengganggap kanker tulang hal yang sepele, misalnya penderita yang mengeluh benjolan di paha atau patah tulang spontan yang disebabkan benturan ringan yang sebelumnya penderita memang sudah memiliki tumor terlebih dahulu dibawa ke pengobatan alternatif. Jika dalam kondisi seperti ini dilakukan pengurutan bisa mengakibatkan tumor tadi pecah dan menyebar, maka tindakan mengurut itu sangat berbahaya.

Iklan

Kanker Darah (LeuKimia)

leukemiaPenyakit Leukemia (Kanker Darah)

Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).

Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri. Tubuh manusia akan memberikan tanda/signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan be-reproduksi kembali.

Pada kasus Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak merespon kepada tanda/signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan.

Penyakit Leukemia Akut dan Kronis Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila hal ini tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan kematian dalam hitungan minggu hingga hari. Sedangkan leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun.

Leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel. Ketika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, disebut leukemia mielositik.

Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi (4) empat type sebutan ;

  1. Leukemia limfositik akut (LLA). Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.
  2. Leukemia mielositik akut (LMA). Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
  3. Leukemia limfositik kronis (LLK). Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.
  4. Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.

Penyebab Penyakit Leukemia : Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia.

  1. Radiasi. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.
  2. Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.
  3. Herediter. Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.
  4. Virus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.

Tanda dan Gejala Penyakit Leukemia
Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. Anemia. Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).
  2. Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).
  3. Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.
  4. Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.
  5. Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.
  6. Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.
  7. Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Diagnosa Penyakit Leukemia (Kanker Darah)

Penyakit Leukemia dapat dipastikan dengan beberapa pemeriksaan, diantaranya adalah ; Biopsy, Pemeriksaan darah {complete blood count (CBC)}, CT or CAT scan, magnetic resonance imaging (MRI), X-ray, Ultrasound, Spinal tap/lumbar puncture.

Penanganan dan Pengobatan Leukemia

Penanganan kasus penyakit Leukemia biasanya dimulai dari gejala yang muncul, seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Secara garis besar penanganan dan pengobatan Leukemia bisa dilakukan dengan cara single ataupun gabungan dari beberapa metode dibawah ini :

  1. Chemotherapy/intrathecal medications
  2. Therapy Radiasi. Metode ini sangat jarang sekali digunakan3. Transplantasi bone marrow (sumsum tulang)
  3. Pemberian obat-obatan tablet dan suntik
  4. Transfusi sel darah merah atau platelet.

Sistem Therapi yang sering digunakan dalam menangani penderita leukemia adalah kombinasi antara Chemotherapy (kemoterapi) dan pemberian obat-obatan yang berfokus pada pemberhentian produksi sel darah putih yang abnormal dalam bone marrow. Selanjutnya adalah penanganan terhadap beberapa gejala dan tanda yang telah ditampakkan oleh tubuh penderita dengan monitor yang komprehensive.

Kanker Ginjal

kanker ginjal

Ginjal-Ginjal

Ginjal-ginjal adalah sepasang organ pada setiap sisi dari tulang belakang (spine) didalam perut bagian bawah. Setiap ginjal adalah kira-kira seukuran kepalan tangan. Melekat pada puncak dari setiap ginjal adalah suatu kelenjar adrenal. Suatu massa dari jaringan yang berlemak dan suatu lapisan luar dari jaringan yang berserat (Gerota’s fascia) menyelubungi ginjal-ginjal dan kelenjar-kelenjar adrenal.

Ginjal-ginjal adalah bagian dari saluran air seni (kencing). Mereka membuat urin dengan mengeluarkan pembuangan dan kelebihan air dari darah. Urin berkumpul didalam suatu ruang berongga (renal pelvis) ditengah-tengah dari setiap ginjal. Ia mengalir dari renal pelvis kedalam kantong kemih melalui suatu tabung yang disebut suatu ureter. Urin meninggalkan tubuh melalui tabung lain (urethra).

Ginjal-ginjal juga membuat senyawa-senyawa yang membantu mengontrol tekanan darah dan produksi dari sel-sel darah merah.

Mengerti Kanker

Kanker mulai pada sel-sel, blok-blok bangunan yang membentuk jaringan-jaringan. Jaringan-jaringan membentuk organ-organ tubuh.

Secara normal, sel-sel tumbuh dan membelah untuk membentuk sel-sel baru ketika tubuh memerlukan mereka. Ketika sel-sel tumbuh menua, mereka mati, dan sel-sel baru mengambil tempat mereka.

Adakalanya proses yang teratur ini berjalan salah. Sel-sel baru terbentuk ketika tubuh tidak memerlukan mereka, dan sel-sel tua tidak mati ketika mereka seharusnya mati. Sel-sel ekstra ini dapat membentuk suatu massa dari jaringan yang disebut suatu pertumbuhan atau tumor.

Tumor-tumor dapat jinak atau ganas:

  • Tumor-tumor jinak adalah bukan kanker:
    • Tumor-tumor jinak adalah jarang mengancam nyawa.
    • Biasanya, tumor-tumor jinak dapat diangkat/dikeluarkan, dan mereka jarang tumbuh kembali.
    • Sel-sel dari tumor-tumor jinak tidak menyerang jaringan-jaringan disekitar mereka atau menyebar ke bagian-bagian lain tubuh.
  • Tumor-tumor ganas adalah kanker:
    • Tumor-tumor ganas umumnya adalah lebih serius daripada tumor-tumor jinak. Mereka mungkin adalah mengancam nyawa.
    • Tumor-tumor ganas seringkali dapat diangkat/dikeluarkan, namun mereka dapat tumbuh kebali.
    • Sel-sel dari tumor-tumor ganas dapat menyerang dan merusak jaringan-jaringan dan organ-organ yang berdekatan. Juga, sel-sel kanker dapat menyebar dari suatu tumor ganas dan memasuki aliran darah atau sistim lymphatic (getah bening). Itu adalah bagaimana sel-sel kanker menyebar dari kanker asal (tumor primer) untuk membentuk tumor-tumor baru pada organ-organ lain. Penyebaran dari kanker disebut metastasis.

Beberapa tipe-tipe kanker dapat mulai di ginjal. Artikel ini adalah tentang kanker sel ginjal, tipe yang paling umum dari kanker ginjal pada orang-orang dewasa. Tipe ini adakalanya disebut renal adenocarcinoma atau hypernephroma. Tipe yang lain dari kanker, transitional cell carcinoma, mempengaruhi renal pelvis. Ia adalah serupa kanker kantong kemih dan seringkali dirawat seperti kanker kantong kemih. Wilms tumor adalah tipe yang paling umum dari kanker ginjal masa kanak-kanak. Ia berbeda dari kanker ginjal orang dewasa dan memerlukan perawatan yang berbeda.

Ketika kanker ginjal menyebar keluar dari ginjal, sel-sel kanker seringkali ditemukan di simpul-simpul getah bening yang berdekatan. Kanker ginjal juga mungkin menyebar ke paru-paru, tulang-tulang, atau hati. Dan ia mungkin menyebar dari satu ginjal ke ginjal lainnya.

Ketika kanker menyebar (metastasizes) dari tempat asalnya ke bagian lain dari tubuh, tumor baru mempunyai jenis yang sama dari sel-sel abnormal dan nama yang sama seperti tumor primer. Contohnya, jika kanker ginjal menyebar ke paru-paru, sel-sel kanker di paru-paru sebenarnya adalah sel-sel kanker ginjal. Penyakitnya adalah kanker ginjal yang metastatis, bukan kanker paru. Ia dirawat sebagai kanker ginjal, bukan kanker paru. Dokter-dokter adakalanya menyebut tumor baru sebagai penyakit metastatis atau penyakit “jauh”.

Tentang Kanker Kulit

kanker-kulitPenyakit Kanker Kulit

Penyakit kanker kulit dewasa ini cenderung mengalami peningkatan jumlahnya terutama di kawasan Amerika, Australia dan Inggris. Berdasarkan beberapa penelitian, mereka orang-orang kulit putih yang lebih banyak menderita jenis kanker kulit ini.

Hal tersebut diprediksikan sebagai akibat seringnya mereka terkena (banyak terpajang) cahaya matahari. Di Indonesia penderita kanker kulit terbilang sangat sedikit dibandingkan ke-3 negara tersebut, namun demikian kanker kulit perlu dipahami karena selain menyebabkan kecacatan (merusak penampilan) juga pada stadium lanjut dapat berakibat fatal bagi penderita.

Penyakit Kanker Kulit adalah suatu penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak terkendali, dapat merusak jaringan di sekitarnya dan mampu menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Ada tiga jenis kanker kulit yang umumnya sering diderita manusia, diantaranya adalah :

  1. karsinoma sel basal (KSB)
  2. karsinoma sel skuamosa (KSS)
  3. melanoma maligna (MM)

Kanker Kulit Ganas Karsinoma Sel Basal (KSB) Merupakan jenis penyakit kanker kulit yang paling banyak diderita. Kanker jenis ini tidak mengalami penyebaran (metastasis) kebagian tubuh lainnya, tetapi sel kanker dapat berkembang dan menyebabkan kerusakan jaringan kulit sekitarnya. Warna kulit yang terang dan sering terkena pijaran cahaya matahari keduanya diduga sebagai penyebab Karsinoma Sel Basal. Faktor lain yang juga dapat menjadi penyebab jenis kanker ini adalah system imun tubuh yang lemah (baik dampak penyakit lain atau pengobatan), luka bakar, sinar X-ray.

Tanda dan Gejala Bagian tubuh yang terserang kanker sel basal biasanya wajah, leher dan kulit kepala. Adapun tanda-tanda penyakit kanker berjenis ini adalah benjolan yang agak berkilat, kemerahan dengan pinggir meninggi yang berwarna agak kehitaman, kelainan seperti jaringan parut dan lecet/luka yang tidak sembuh-sembuh. Diagnosa Jenis kanker.

Metode tunggal untuk memastikan penyakit kanker sel basal yaitu Dokter akan melakukan pemeriksaan klinis dan histopatologis dengan mengambil sample bagian kulit yang di anggap sebagai jaringan kanker (biopsy) untuk diteliti dibawah mikroskop.

Therapy dan Pengobatan. Apabila diagnosa telah ditegakkan secara jelas bahwa penderita mengalami kanker kulit berjenis sel basal, maka tindakan yang dilakukan umumnya adalah pembedahan atau pengangkatan jaringan kulit (kanker) secara komplit, atau dapat pula dengan tindakan penyinaran. Metode lainnya yang juga kerap dilakukan adalah bedah beku, bedah listrik, laser, fotodinamik serta dengan obat-obatan baik yang dioleskan maupun disuntikkan (kemoterapi).

Karsinoma Sel Skuamosa (KSS). Merupakan jenis penyakit kanker kulit yang lebih banyak diderita pria terutama kaum lanjut usia (lansia). Ini adalah jenis kanker kulit dimana terjadi keganasan sel keratinosit epidermis, merupakan kanker kulit ke dua tersering. Penyakit kanker kulit KSS ini dapat menyebar kebagian tubuh yang lain, umumnya diderita mereka yang berada diwilayah tropik. Seperti halnya penyakit KSB, kanker kulit jenis ini juga diduga akibat sinar matahari (dominannya), Imun tubuh yang lemah, virus, bahan-bahan kimia dan jaringan parut juga dapat menimbulkan penyekit ini. Adapun tanda dan gejalanya ialah mempunyai kelainan berupa benjolan-benjolan atau luka yang tidak sembuh-sembuh. Diagnosa ditegakkan dengan metode yang sama pada KSB, begitupun tindakan therapy dan pengobatan cenderung sama dengan kanker sel basal.

Melanoma Maligna (MM) Ini adalah jenis penyakit kanker kulit yang paling ganas dan berpotensi mematikan. Di Amerika, didapatkan data enam dari tujuh penderita kanker ini meninggal dunia. Dan jumlah orang yang terserang meningkat dari tahun ke tahun. Melanoma Maligna bisa berkembang dari tahi lalat timbul yang sudah ada atau yang baru muncul.

Tanda dan Gejala Informasi ini sangat penting sekali bagi meraka yang memiliki tahi lalat yang kemudian mengalami perubahan baik warna, ukuran maupun bentuknya, Tahi lalat terkadang terasa gatal dan bila digaruk mengeluarkan darah. Sel kanker ini tumbuh dari melanosit, yaitu sel kulit yang berfungsi menghasilkan zat warna melanin. Kanker ini dicirikan dengan ABCD, yaitu A= Asimetrik, bentuknya tak beraturan. B= Border atau pinggirannya juga tidak rata. C= Color atau warnanya yang bervariasi dari satu area ke area lainnya. Bisa kecoklatan sampai hitam. Bahkan dalam kasus tertentu ditemukan berwarna putih, merah dan biru. D= Diameternya lebih besar dari 6 mm. Diagnosa Melanoma Maligna Penegakan diagnosa pada kasus penyakit kanker kulit jenis ini sama halnya dengan kedua jenis kanker kulit di atas (KSB dan KSS), yaitu dilakukannya tindakan biopsy untuk pemeriksaan dibawah mikroskop.

Therapy dan Pengobatan Melanoma Maligna merupakan jenis kanker kulit yang paling ganas, dapat menyebar kebagian tubuh lainnya seperti kelenjar limfa. Tindakan yang dilakukan pada penderita kanker jenis ini adalah pengangkatan secara komplit jaringan kanker dengan jalan pembedahan, apabila telah diketahui terjadi penyebaran maka dibutuhkan operasi lanjutan untuk mengangkat jaringan di sekitarnya. Jika sel kanker ditemukan menyebar ke kelenjar limfa, maka mau tidak mau kelenjarnya juga diangkat.

Tentang Kanker Otak

kanker otakANDA sering sakit kepala, atau bahkan terkadang disertai dengan muntah-muntah. Waspadai gejala tersebut, karena bisa jadi Anda terkena penyakit tumor otak yang dapat menyebabkan kanker otak? Pada kanker otak, terdapat sel-sel tubuh yang tumbuh secara tidak normal. Penyakit ini memang tidak menimpa banyak orang, tetapi dalam penyebarannya, kanker ini sangat menakutkan.

Dokter spesialis bedah saraf dari Rumah Sakit Omni Internasional, Serpong Tangerang, Dr Alfred Sutrisno, Sp BS, mengatakan, terdapat perbedaan antara tumor di otak dengan tumor di tempat lainnya. Pada tumor otak dibatasi dengan tulang kepala sehingga terdapat suatu masa akan menekan jaringan otak, apakah itu darah atau tumor. “Nah proses penekanan di otak inilah yang akan menyebabkan pasien menderita sakit kepala pada awalnya, dan juga mengalami muntah-muntah yang proyektil.

Maksudnya pasien muntah tidak sedang makan,” ujar dokter yang juga berprofesi sebagai konsultan bagian saraf ini. Dokter yang mengambil gelar untuk dokter umum di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini menjelaskan, penyebab timbulnya penyakit ini, berdasarkan teori, dapat terjadi karena adanya kelainan genetik, bawaan sejak lahir seperti craniopharyngioma dan lain-lain, virus maupun faktor etnis.

Ini pun masih belum dipastikan. “Gejala dari penyakit ini tergantung dari letak tumor itu berada,” jelasnya. Gejala yang umum dapat ditunjukkan berupa sakit kepala dan muntah-muntah yang proyektil. Kemudian jika mengenai daerah motorik ada gejala kelemahan anggota gerak sampai kelumpuhan, penurunan penglihatan sampai kebutaan, hilangnya keseimbangan, kesemutan, sampai tidak berasa sama sekali, gangguan penciuman, gangguan bicara kalau terkena di area atau pusat bicara, hingga turunnya kesadaran bila yang terkena batang otaknya. Lebih lanjut dikatakan Alfred, berdasarkan jenisnya penyakit tumor otak ini terbagi menjadi dua, ada tumor jinak: misalnya meningioma, cavernous angioma, astrocytoma grade rendah (1,2), adenoma hipofise, acustic neurinoma, dan tumor ganas glioblastoma.

“Penyakit kanker otak ini sangat identik dengan tumor ganas. Sebenarnya tumor di otak atau di mana pun tumor itu berada, tumor di bagi menjadi dua bagian yaitu tumor ganas atau kanker dan tumor jinak,” tutur dokter kelahiran Cirebon, 6 Februari 1958 ini.

kanker otak2

Sedangkan berdasarkan lokasinya dibagi menjadi dua, yaitu tumor supratentorial dan tumor infratentorial. Artinya tumor di atas tentorium atau pada otak besar, dan tumor yang ada di bawah tentorium, yakni otak kecil dan batang otak. Alfred menuturkan, jenis tumor otak yang paling parah di antaranya adalah glioblatoma (astrocytoma grade 4), dan neuroblastoma. Tapi kalau tumor ini letaknya di otak besar mungkin gejala yang timbul lambat. Nah, jika tumor ini terletak di otak kecil, maka gejalanya akan cepat terlihat. “Pada tumor jenis glioblastoma, tumor otak lebih sering mengenai otak besar, sedangkan acustic neurinoma akan menyerang saraf pendengaran si penderita, sehingga letaknya di otak kecil,” papar dokter yang juga menjadi pengarang buku yang berjudul Stroke ???You Must Know Before You Get It!!! ini. Anggota dokter bedah seluruh dunia ini menambahkan, penyakit tumor otak pada prinsipnya dapat disembuhkan. “Dengan catatan, dapat melakukan tindakan operasi dengan mengambil semua jaringan tumor, kecuali yang ganas karena meskipun kita telah mengambil total, nanti akan tumbuh lagi,” tandasnya. Sejumlah teknik operasi dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Yakni, operasi dengan bedah microsurgery atau endoscopic surgery, radiotherapy: sinar X maupun sinar gamma, atau gamma knife, chemotherapy, dan imunotherapy. “Jika Anda mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan tadi, maka segera lakukanlah pemeriksaan diri dan dengan melakukan pemeriksaan MRI,” pesan Alfred.

Sementara itu, dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Global Medika Tangerang Dr Andri, SpKJ berpendapat, pasien yang mengalami kanker otak dapat mengalami keadaan depresi, delirium, demensia, ataupun kejang. “Kanker otak merupakan salah satu kanker yang paling ditakuti. Kanker atau tumor otak bisa mengenai semua bagian otak tentunya,” jelas psikiater yang juga berpraktik di RS Omni Internasional, Serpong, Tangerang ini. Dokter lulusan Universitas Indonesia ini menuturkan, perubahan pada daya intelektual juga bisa terjadi pada pasien kanker otak ini. Hanya saja perubahan daya intelektualnya tergantung dari letak tumornya sendiri. Jika terdapat di daerah frontal atau bagian depan otak, di mana banyak terdapat fungsi intelektual dan perasaan, maka bisa mengalami gangguan dalam fungsi intelektual termasuk daya ingat. Namun, ada juga yang disebabkan karena depresi ataupun dementianya. Tentunya pada keadaan daya ingat yang terganggu akibat tumor, yang pertama kali adalah melakukan upaya pengobatan primer terhadap tumornya tersebut. “Terkadang ada keterbatasan dalam terapi tumornya sehingga pasien harus menderita lama.

Hal ini secara bermakna akan meningkatkan gangguan depresi pada pasien itu,” ucap dokter yang lulus dengan predikat cum laude itu. Bila pasien mengalami depresi yang pada banyak orang dapat menurunkan fungsi daya ingatnya juga, pengobatan dengan menggunakan obat dan psikoterapi harus dilakukan. Pasalnya, hal tersebut sangat penting demi perbaikan kualitas hidup pasien itu sendiri.” Ingat depresi tidak boleh dipandang sebagai suatu hal yang wajar pada pasien kanker apa pun jenisnya sehingga harus diterapi secara agresif,” pesan Andri. (sindo//tty)

 

Tentang Kanker Mulut

WALAUPUN jarang terjadi, ternyata kanker mulut bisa menjadi penyakit yang berbahaya dan berisiko dua puluh kali lipat lebih besar terserang kanker lain.

Dokter gigi dari Rumah Sakit Bersalin Bunda, Menteng, drg Asdi Zen mengatakan kanker mulut dibagi menjadi dua. Pertama, kanker mulut yang mengenai jaringan lunak mulut, dan yang kedua adalah kanker mulut yang mengenai jaringan keras mulut.

“Kanker yang mengenai jaringan keras mulut, biasanya terdapat pada rahang. Istilah kedokterannya yaitu Ameloblastoma. Atau bisa juga disebut kanker yang mengenai jaringan lunak terdapat pada bibir, lidah, dan gusi. Bentuknya menyerupai seriawan,” kata dokter yang juga berpraktik di RS Sam Marie, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini.

Dia juga mengatakan, sampai saat ini faktor penyebab kanker belum diketahui. Namun, faktor pencetusnya adalah trauma pada jaringan lunak mulut. Penyebabnya letak gigi tidak teratur sehingga lidah atau pipi mudah tergigit.

“Faktor lainnya bisa disebabkan dari bahan-bahan kimia yang menyebabkan iritasi. Misalnya, produk pewarna yang biasanya terdapat pada alat-alat kecantikan seperti lipstik. Atau bisa juga dari makanan seperti permen karet karena mengandung zat pewarna,” tutur dokter kela-hiran Bukit Tinggi, 9 Agustus 1957.

Sementara pada jaringan keras mulut, disebabkan oleh perawatan gigi yang tidak sempurna, seperti perawatan saluran akar yang tidak dituntaskan. Hal ini menyebabkan timbulnya Ganuloma, yang bila didiamkan akan berubah menjadi kista.

“Jika kista sudah membesar sekitar 1,5 cm akan berubah menjadi tumor dan apabila pertumbuhannya berlangsung cepat akan berubah menjadi kanker. Akan tetapi, tidak semua kanker rahang disebabkan oleh sisa akar dan kista,” paparnya.

Ditambahkan pula,kanker mulut ini mempunyai gejala. Dengan terlihat dari bentuk muka yang menjadi asimetris karena adanya pembengkakan dari rahang yang dapat dilihat dari luar. “Jika pada jaringan lunak, biasanya ada rasa sakit bila kanker menyerupai seriawan,” katanya.

kanker-mulut1Saat ditanya apakah kanker ini mematikan, Zen menjelaskan bahwa sama seperti kanker-kanker lain yang dapat menyebar ke organ-organ tubuh lainnya, tergantung dari stadiumnya masing-masing, maka kanker ini juga bisa mematikan. “Kanker ini bisa mematikan kalau sudah mencapai stadium 4,” tuturnya. Hal senada juga disampaikan dokter gigi dari Klinik Bakti Asih, Pondok Kacang, Ciledug Tangerang, drg Tuti Octavira. Dia mengatakan, kanker mulut merupakan salah satu jenis kanker yang mematikan. Sampai sekarang masih menjadi misteri alasan seseorang mengidap kanker mulut, sedangkan yang lain tidak.

“Yang sudah diketahui, kanker bisa disebabkan banyak faktor, dan berkembang dalam waktu bertahun-tahun. Kebanyakan kasus kanker mulut terjadi pada orangorang yang berusia 45 tahun,” papar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti ini.

Kanker bisa timbul akibat sejumlah faktor pencetus, seperti infeksi virus, radiasi, polusi lingkungan, kebiasaan konsumsi makanan berlemak tinggi, radikal bebas, beragam bahan kimia, stres dan sebagainya. Sebenarnya bila sistem kekebalan tubuh senantiasa dalam kondisi siaga, maka sistem ini akan mengenali dan menyingkirkan selsel kanker itu dengan cepat.

Tuti menjelaskan, para peneliti masih belum pasti menjelaskan apa yang sebenarnya menyebabkan kanker mulut. Namun, karsinogen yang terdapat dalam produk rokok, alkohol, dan beberapa makanan tertentu, memiliki pengaruh dalam peningkatan risiko kanker mulut sama seperti pengaruh sinar matahari yang berlebihan.

“Secara garis besar, penyebab kanker mulut dapat disebabkan karena kebersihan rongga mulut yang jelek, iritasi kronis dari restorasi tambalan gigi, karies gigi, dan pemakaian gigi palsu yang menahun, dan virus,” ujarnya.

Selanjutnya, Tuti juga mengingatkan, waspadai juga gejala awal kanker mulut yang sulit dikenali. “Sukar dideteksi secara klinis karena sering kali tidak ada gejala pada pasien atau perubahan-perubahan yang menyertainya,” tuturnya.

Tentang Kanker Usus Besar

kanker-usus2Deteksi Dini Kanker Usus Besar

Karena gejala awal tidak khas, banyak penderita yang dibawa ke rumah sakit saat kanker mencapai stadium lanjut.

Sakit perut. Itulah keluhan yang kerap dirasakan Prasetyo, 45 tahun, selama tiga tahun sebelum akhirnya divonis menderita kanker kolorektal (usus besar).

Awalnya, dia dinyatakan dokter menderita radang usus, sehingga hanya diberi obat antiradang, penghilang rasa sakit, dan antibiotik. Namun, obat-obatan itu tak pernah mampu menghilangkan keluhannya secara tuntas. Alhasil, sakit perut itu berulang, dan selalu berulang. Sampai suatu ketika, ia merasakan sakit yang hebat di perutnya.

Prasetyo pun kembali ke dokter. Kali ini, dokter mengatakan, ada perlengketan di usus besarnya sehingga harus dilakukan pembedahan. Sebagian usus besarnya pun dipotong. Selesai masalah? Ternyata tidak. Prasetyo yang perokok berat ini masih sering merasakan sakit di perut. Tubuhnya pun makin kurus, dan kerap mengalami diare. Penyebab dari sakit perut itu akhirnya diketahui lewat pemeriksaan di sebuah rumah sakit besar di Bandung. Kanker dipastikan telah bersarang di usus besar Prasetyo, dan telah mencapai stadium IV. Empat bulan setelah mendengar vonis ini, Prasetyo berpulang untuk selama-lamanya.

Kanker usus besar adalah salah satu jenis kanker yang cukup sering ditemui, utamanya pada pria dan wanita berusia 50 tahun atau lebih. Pada pria, kanker usus besar menempati urutan ketiga sebagai kanker tersering yang ditemui setelah kanker prostat dan paru-paru. Sementara pada wanita, kanker ini pun menempati urutan ketiga setelah kanker payudara dan paru-paru. ”Dari berbagai laporan, di Indonesia terdapat kenaikan jumlah kasus (kanker usus besar), meskipun belum ada data yang pasti. Data di Departemen Kesehatan didapati angka 1,8 per 100 ribu penduduk,” tutur dokter Adil S Pasaribu, SpB KBD, spesialis bedah dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta.

Kanker usus besar adalah tumbuhnya sel kanker yang ganas di dalam permukaan usus besar atau rektum. Kebanyakan kanker usus besar berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas atau adenoma, yang dalam stadium awal membentuk polip (sel yang tumbuh sangat cepat).

Pada stadium awal, adenoma dapat diangkat dengan mudah. Hanya saja pada stadium awal ini, seringkali adenoma tidak menampakkan gejala apapun, sehingga tidak terdeteksi dalam waktu yang relatif lama. Padahal, adenoma yang awalnya tak menimbulkan keluhan apapun ini, pada suatu saat bisa berkembang menjadi kanker yang menggerogoti semua bagian dari usus besar.

Gejala awal yang tidak khas ini membuat banyak penderita kanker usus besar datang ke rumah sakit ketika perjalanan penyakit sudah demikian lanjut. Upaya pengobatan pun menjadi sulit. Padahal, seperti dikatakan Ketua Perhimpunan Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, dokter Aru Sudoyo SpPD KHOM, kunci utama keberhasilan penanganan kanker usus besar adalah ditemukannya kanker dalam stadium dini, sehingga terapi dapat dilaksanakan secara bedah kuratif. Sayangnya, hal seperti ini sangat jarang. Yang kerap terjadi adalah kasus seperti dialami Prasetyo, yakni kanker ditemukan pada stadium lanjut, sehingga harapan penderita untuk bertahan hidup menjadi sangat kecil.

Jika kanker usus besar ditemukan pada stadium I, peluang penderita untuk hidup hingga lima tahun mencapai 85-95 persen. Sementara bila ditemukan pada stadium II, peluang itu mencapai 60-80 persen, pada stadium III sekitar 30-60 persen, dan stadium IV sekitar 25 persen. ”Ini artinya, bila ada 100 penderita kanker usus besar stadium IV, maka yang masih hidup sampai lima tahun hanya lima orang,” ucap Aru.

kanker-usus-besarDeteksi dini

Untuk menghindari kemungkinan terburuk, seperti dialami Prasetyo, deteksi dini merupakan hal yang sangat penting. ”Deteksi dini atau skrining terhadap kanker ini, dapat menyelamatkan hidup,” tegas Adil.

Dengan deteksi dini dapat ditemukan adanya polip prakanker, yaitu suatu pertumbuan abnormal pada usus besar atau rektum yang dapat segera dibuang sebelum berubah menjadi kanker. ”Jika semua orang yang berumur 50 tahun atau lebih melakukan skrining secara teratur, maka sebanyak 60 persen kematian akibat kanker kolorektal dapat dihindari,” tuturnya.

Deteksi dini adalah investigasi pada individu asimtomatik (tanpa gejala) yang bertujuan untuk mendeteksi adanya penyakit pada stadium dini sehingga dapat dilakukan terapi kuratif. Secara umum, urai Adil, deteksi dini dapat dilakukan pada dua kelompok, yaitu populasi umum dan kelompok risiko tinggi. Deteksi dini pada kelompok populasi umum dilakukan kepada individu yang berusia di atas 40 tahun. Sedangkan mereka yang tergolong kelompok berisiko tinggi, antara lain adalah mereka yang pernah menjalani polipektomi untuk adenoma di usus besar, dan orang-orang yang berasal dari keluarga dengan riwayat penyakit ini.

Terkait dengan riwayat keluarga, Anda tak perlu khawatir berlebihan jika berasal dari keluarga yang memiliki riwayat kanker usus besar. Menurut Adil, faktor genetik memang bisa menjadi penyebab munculnya penyakit ini, tapi faktor tersebut bisa dipersempit. Caranya, ubahlah pola makan Anda dan lakukan deteksi dini.

Penyebab dan gejala

Sejauh ini, penyebab kanker usus besar memang belum diketahui secara pasti. Hanya saja, ada beberapa hal yang diduga kuat berpotensi memunculkan penyakit ganas ini, yaitu: cara diet yang salah (terlalu banyak mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan protein, serta rendah serat), obesitas (kegemukan), pernah terkena kanker usus besar, berasal dari keluarga yang memiliki riwayat kanker usus besar, pernah memiliki polip di usus, umur (risiko meningkat pada usia di atas 50 tahun), jarang melakukan aktivitas fisik, sering terpapar bahan pengawet makanan maupun pewarna yang bukan untuk makanan, dan merokok.

Dalam buku Panduan Pengelolaan Adenokarsinoma Kolorektal disebutkan bahwa meskipun penelitian awal tidak menunjukkan hubungan merokok dengan kejadian kanker usus besar, namun penelitian terbaru menunjukkan, perokok jangka lama (30-40 tahun) mempunyai risiko berkisar 1,5-3 kali. Diperkirakan, satu dari lima kasus kanker usus besar di Amerika Serikat bisa diatributkan kepada perokok. Penelitian kohort dan kasus-kontrol dengan desain yang baik menunjukkan, merokok berhubungan dengan kenaikan risiko terbentuknya adenoma dan juga kenaikan risiko perubahan adenoma menjadi kanker usus besar. ”Karena itu untuk mencegah kejadian kejadian kanker usus besar dianjurkan untuk tidak merokok,” kata Aru. Mengenai gejala kanker usus besar, Aru menyebut beberapa hal yang kerap dikeluhkan para penderita, yaitu:

* Perdarahan pada usus besar yang ditandai dengan ditemukannya darah pada feses saat buang air besar.
* Perubahan pada fungsi usus (diare atau sembelit) tanpa sebab yang jelas, lebih dari enam minggu.
* Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
* Rasa sakit di perut atau bagian belakang.
* Perut masih terasa penuh meskipun sudah buang air besar.
* Rasa lelah yang terus-menerus
* Kadang-kadang kanker dapat menjadi penghalang dalam usus besar yang tampak pada beberapa gejala seperti sembelit, rasa sakit, dan rasa kembung di perut.

Untuk menangani kanker usus besar, menurut Aru, terapi bedah merupakan cara yang paling efektif, utamanya bila dilakukan pada penyakit yang masih terlokalisir. Namun, bila sudah terjadi metastasis (penyebaran), penanganan menjadi lebih sulit. Tetapi, dengan berkembangnya kemoterapi dan radioterapi pada saat ini, memungkinkan penderita stadium lanjut atau pada kasus kekambuhan untuk menjalani terapi adjuvan. Terapi adjuvan adalah kemoterapi yang diberikan setelah tindakan operasi pada pasien kanker stadium III guna membunuh sisa-sisa sel kanker.

Saat ini, terapi adjuvan bisa dilakukan tanpa suntik (infus), melainkan dengan oral/tablet (Capacitabine). Ketersediaan capacitabine tablet memungkinkan pasien untuk menjalani kemoterapi di rumah yang tentu saja efektivitasnya lebih baik. ”Capacitabine juga merupakan kemoterapi oral yang aman dan bekerja sampai ke sel kanker,” kata Aru yang juga menjabat sebagai ketua Komisi Terapi Adjuvan, Kelompok Kerja Adenokarsinoma Kolorektal Indonesia.

Jurus Menangkal Kanker Usus Besar

Mencegah jauh lebih baik ketimbang mengobati. Hal itu juga berlaku pada kanker usus besar. Agar tak sampai terjamah penyakit mematikan ini, lakukan upaya pencegahan. Simak tips pencegahan dari dokter Adil S Pasaribu SpB KBD berikut ini:

* Hindari makanan tinggi lemak, protein, kalori, serta daging merah. Jangan lupakan konsumsi kalsium dan asam folat.
* Setelah menjalani polipektomi adenoma disarankan pemberian suplemen kalsium.
* Disarankan pula suplementasi vitamin E, dan D.
* Makan buah dan sayuran setiap hari.
* Pertahankan Indeks Massa Tubuh antara 18,5 – 25,0 kg/m2 sepanjang hidup.
* Lakukan aktivitas fisik, semisal jalan cepat paling tidak 30 menit dalam sehari.
* Hindari kebiasaan merokok.
* Segera lakukan kolonoskopi dan polipektomi pada pasien yang ditemukan adanya polip.
* Lakukan deteksi dini dengan tes darah samar sejak usia 40 tahun.

Tentang Kanker Prostat

kanker prostat2Kanker prostat adalah salah satu kanker yang umum terjadi pada pria. Prostat sendiri merupakan kelenjar pria berbentuk seperti biji kacang yang memproduksi air mani, cairan tersebut merupakan tempat hidup dan bahan makan bagi sperma.

Kanker ini tak hanya mengancam jiwa, tapi juga proses penyembuhannya memiliki efek samping serius, seperti disfungsi ereksi dan kesulitan mengendalikan kandung kemih.

Meski tumbuh secara lambat dan tahap awalnya tidak menyebabkan gangguan berarti pada fungsi prostat. Pengobatan di stadium awal ini pun, masih tergolong minimal, bahkan tidak memerlukan penanganan apapun.

Jika dapat dideteksi lebih dini, maka kemungkinan keberhasilan pengobatannya pun akan tinggi. Apalagi metode pengobatan atau treatment kanker prostat saat ini sudah berkembang dengan cukup baik.

GEJALA

Pada fase awal, kanker ini tidak menunjukkan gejala yang jelas dan sulit dideteksi, sampai menyebar ke seluruh prostat. Pendeteksian awal kanker, dapat dilakukan dengan pemeriksaan PSA (Prostate-specific antigen) atau dengan digital rectal exam (DRE).

gejala awal yang biasanya dirasakan, salah satunya adalah kesulitan buang air kecil. Menurut penelitian, kurang dari lima persen kasus kanker prostat memiliki masalah buang air kecil sebagai gejala awal. Gejala lain yang dapat terjadi, misalnya terdapat darah pada urin serta cairan semen yang bercampur dengan darah.

Sedangkan kanker prostat yang menyebar sampai nodus limfa (lymph nodes) di tulang pinggul, dapat menyebabkan kaki bengkak dan ketidaknyamanan pada pinggul.

Pada kanker prostat di tahap stadium lanjut, umumnya sudah menyebar sampai tulang dan menyebabkan terjadinya nyeri tulang yang berkepanjangan, retak tulang hingga penekanan di bagian tulang belakang.

PENYEBAB

Penyebab kanker prostat hingga saat ini masih misterius dan belum dapat dipastikan. Penelitian memperkirakan, kanker ini terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor, seperti turunan, etnis, hormon, makanan dan lingkungan.

FAKTOR RISIKO

Untuk mencegah atau menghindari terjadinya kanker prostat, selain melakukan pemeriksaan dini, juga meliputi beberapa faktor, meliputi:

1. Usia.
Pria yang telah berusia 50 tahun ke atas, kemungkinan besar akan mengidap kanker ini.

2. Ras atau etnis.
Belum dapat dipastikan kebenarannya, namun ada yang mengatakan bahwa pria berkulit hitam berisiko lebih tinggi terkena kanker prostat.

3. Sejarah keluarga.
Jika ayah atau saudara anda menderita kanker prostat, maka resiko anda menderita penyakit yang sama akan lebih besar dari rata-rata orang.

4. Makanan.
Makanan berlemak dan obesitas dapat mempertinggi resiko. Teorinya, lemak meningkatkan produksi hormon testosteron yang dapat menyebabkan berkembangnya sel kanker prostat.

5. Hormon testosteron.
Testosteron secara alami memacu pertumbuhan kelenjar prostat. Pria yang menggunakan terapi testosteron, biasanya cenderung mengidap kanker prostat. Banyak dokter menganggap, terapi testosteron akan mempercepat berkembangnya kanker prostat yang awalnya sudah tumbuh. Terapi testosteron jangka panjang pun akan menyebabkan pembesaran kelenjar prostat.

PEMERIKSAAN MEDIS

Meski tidak semua berkaitan dengan kanker prostat, tapi bila Anda berusia 50 tahun dan mengalami masalah buang air kecil, mulailah berkonsultasi pada dokter. Pemeriksaan yang dapat antara lain:

Digital rectal exam (DRE).
Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan jari pada anus untuk merasakan secara fisik benjolan pada prostat.

PSA test.
PSA test adalah pemeriksaan darah dengan mengukur kadar PSA (prostate-specific agent) yang dapat menunjukkan apakah ada kanker prostat. Kadar PSA dalam darah ini dapat menunjukkan sebab lain, seperti pembesaran prostat, infeksi atau peradangan.

Transrectal ultrasound.
Jika test di atas dianggap mencurigakan, maka dokter akan mempergunakan trasrectal ultrasound untuk mengevaluasi prostat. Sebuah alat kecil berukuran seperti rokok akan dimasukkan ke dalam anus untuk kemudian diperoleh gambar dari kelenjar prostat melalui gelombang suara yang dihasilkan.

Biopsi.
Jika test awal menunjukkan gejala kanker prostat, maka dokter akan meyakinkan dengan melakukan tes biopsi. Dokter akan mengambil sampel jaringan dari kelenjar prostat dan akan diperiksa laboratorium apakah terdapat kelainan dalam prostat dan seberapa agresif kanker tersebut.

Untuk mengetahui sejauh mana kanker prostat telah berkembang, dokter akan melakukan tes berikut:

Scan tulang.
Scan ini mengambil gambar tulang, untuk mengetahui apakah kanker prostat sudah menyebar ke tulang. Kanker prostat tak hanya dapat menyebar pada tulang, tapi juga seluruh tubuh, seperti tulang pinggul dan tulang punggung.

Ultrasound.
Ultrasound dapat membantu mengungkap apakah penyebaran telah mencapai jaringan lain selain prostat.

CT scan.
CT scan akan menghasilkan gambar yang dapat diperbesar, untuk melihat apakah nodus limfa atau organ lain ada yang berkembang tidak normal. Untuk menemukan masalah kankerm biasanya dikombinasi dengan tes lain.

MRI.
Tes ini menghasilkan gambar yang lebih detil karena menggunakan magnet tubuh dan gelombang radio. MRI dapat mendeteksi kemungkinan perkembangan kanker sampai nodus limfa dan tulang.

Biopsi nodus limfa.
Jika terdeteksi adanya pembesaran nodus limfa dengan CT scan atau MRI, maka biopsi nodus limfa diperlukan untuk menentukan sejauh mana kanker tersebut dapat disembuhkan, biasanya dengan pemeriksaan mikroskopik di laboratorium.

KANKER PROSTAT TERBAGI TIGA STADIUM

Stadium I.
Perkembangan awal kanker yang biasanya diperoleh melalui pemeriksaan mikroskopik yang tidak dapat dilakukan dokter.

Stadium II.
Kanker dapat dirasakan, tetapi masih terbatas dalam kelenjar prostat saja.

Stadium III.
Kanker telah menyebar ke seluruh prostat dan/atau menyebar ke jaringan terdekatnya.

Stadium IV.

Kanker telah berkembang dan menyebar ke nodus limfa, tulang, paru-paru atau organ tubuh lain.

KOMPLIKASI

Komplikasi dapat terjadi karena penyakit itu sendiri atau karena terapi pengobatan yang dilakukan. Yang paling dikhawatirkan, terapi pengobatan akan berpengaruh pada fungsi seksual pria, seperti timbulnya disfungsi ereksi meski masih dapat diatasi.

Komplikasi yang umum terjad i:

1. Penyebaran kanker.
Penyebaran kanker prostat terjadi melalui aliran darah atau sistim limfa, mempengaruhi tulang dan organ tubuh lain. Terapi kanker prostat yang telah menyebar, dilakukan dengan terapi hormon, terapi radiasi dan kemoterapi.

2. Nyeri.
Nyeri pada tulang dapat terjadi pada penderita kanker prostat.

3. Kesulitan dalam buang air kecil.

4. Disfungsi ereksi atau impotensi.
Ini dapat terjadi karena kanker prostat itu sendiri atau karena terapi penyembuhan yang dilakukan, seperti pembedahan, radiasi dan terapi hormon.

5. Depresi.
Banyak pria mengalami depresi setelah terdiagnosa menderita kanker prostat atau setelah melakukan terapi, akibat efek terapi. Tetapi konseling dan obat antidepresan dapat mengatasinya.

TERAPI, PENYEMBUHAN & PENGOBATAN

Mengobati kanker prostat dapat dilakukan dengan berbagai cara, tak jarang digunakan kombinasi beberapa metode, seperti pembedahan yang diikuti dengan radiasi atau radiasi yang dikombinasi dengan terapi hormon.

Pada masing-masing orang, pengobatan dan kombinasinya akan berbeda-beda, tergantung banyak faktor, misalnya seberapa cepat kanker tersebut berkembang, seberapa luas, usia dan tingkat harapan kesembuhan.

Secara umm beberapa cara tersebut antara lain:

A. External beam radiation therapy (EBRT).
Menggunakan radiasi sinar-X untuk membunuh sel kanker. Efektif membunuh sel kanker tetapi dapat melukai dan membunuh jaringan yang sehat pula. Efek samping: masalah buang air kecil, pendarahan/tekanan darah berkurang dan efek samping seksual seperti disfungsi ereksi.

B. Implan butiran radioaktif.  Butiran radioaktif yang mengandung isotop seukuran butiran beras atau brachytherapy sebanyak 40-100 butir, ditanamkan pada prostat. Biasanya digunakan pada pria dengan ukuran prostat kecil sampai menengah, dengan stadium yang belum tinggi.

Pria yang ditanami radioaktif ini, disarankan untuk menjauh dari ibu hamil atau anak-anak, terutama di awal proses implan. Sebelum ditanam, penderita akan diberi terapi hormon untuk memperkecil ukuran prostat. Efek samping: hampir sama dengan EBRT.

C. Terapi hormon.  Terapi ini dilakukan untuk menghentikan produksi hormon testosteron, pemicu kanker prostat. Efek samping: pembesaran payudara pria (gynecomstia), berkurangnya keinginan seksual, disfungsi ereksi, pertambahan berat badan dan osteoporosis. Kadang-kadang timbul diare, kelelahan dan kerusakan hati.

D. Operasi prostat.  Pengangkatan kelenjar prostat dengan operasi. Efek samping: kesulitan mengontrol buang air kecil dan disfungsi ereksi.

E. Kemoterapi.  Cara ini sangat efektif, tetapi memiliki efek samping yang lebih banyak dibanding terapi hormon.

F. Krioterapi. Terapi pembekuan jaringan, biasanya dengan memasukkan suatu alat. Kelenjar prostat akan dibekukan sampai sel kanker mati. Efek samping : kerusakan jaringan dan kerusakan otot yang mengontrol aktivitas urinasi.

G. Pengawasan. Jika diketahui lebih dini, maka terapi yang dilakukan tidak seseram yang diperlukan. Pemeriksaan berkala seperti DRE dan biopsi dapat dilakukan untuk memonitor perkembangan kanker tersebut.

H. Terapi Gen dan imunisasi.  Di masa depan terapi ini diharapkan berkembang lebih maju. Teknologi yang ada saat ini masih terbatas pada tahap eksperimen dan hanya tersedia di beberapa negara maju.

kanker prostatPENCEGAHAN

Pada dasarnya kanker prostat tidak dapat dicegah, tetapi risikonya dapat dikurangi dan diperlambat, dengan :

– Makanan yang sehat.
Makanan berlemak tinggi ditengarai berhubungan erat dengan kanker prostat. Perbanyak makan sayuran, buah dan serat untuk mengurangi risiko. Buah yang baik di makan seperti tomat, semangka dan anggur. Bawang putih dan sayuran seperti bok choy, brokoli, kubis dan kembang kol. Vitamin E juga diperkirakan mampu mengurangi risiko khusus bagi para perokok.

– Olah raga teratur.
Disamping memperkuat kerja jantung, menjaga tekanan darah dan kolesterol, olah raga teratur juga memperkuat sistem pertahanan tubuh dan mengurangi resiko kanker secara umum.

–  Nonsteroidal anti-inflammatory drug (NAIDs).
NAIDs diperkirakan dapat mencegah kanker prostat. Obat ini teramasuk ibuprofen dan naprofen. Tanyakan lebih dulu pada dokter spesialis mengenai obat ini.

– Finasterida.
Penelitian tentang kanker prostat menunjukkan, obat finasterida dapat mencegah timbulnya kanker prostat pada pria berusia 55 tahun ke atas. Tetapi tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin.

MENGHADAPI KANKER PROSTAT

Karena tidak ada pencegahannya, maka persiapan diperlukan untuk menerima kehadiran kanker prostat secara fisik maupun psikis. Caranya:

a. Bersiap diri.
Konsultasi ke dokter dan gali informasi lebih dalam tentang penyakit ini.

b. Hidup normal dan lakukan rutinitas seperti biasa.

Jangan biarkan kanker dan efek samping pengobatan mengganggu rutinitas hari-hari Anda.

c. Olah raga.
Olah raga dapat membantu Anda melalui hari-hari dan menurunkan ketegangan.

d. Bersosialisasi.

Kanker adalah penyakit yang sangat berat untuk dipikul sendiri. Bersosialisasi, berbicara serta berbagi pengalaman pada orang lain akan membuat Anda merasa lebih ringan.

e. Tetap lakukan aktivitas seksual.
Meski kehidupan seksual Anda terpengaruh, tetapi jangan minder. Dengan pelukan, perhatian dan kasih sayang keluarga, istri, anak dan orang terkasih, dapat membuat Anda lebih percaya diri.

f. Berpikir positif.
Kanker bukan akhir segalanya, Anda masih bisa sembuh. Berkonfrontasi dengan penyakit, hanya akan membuat Anda terlalu emosi. Berpikirlah positif dan kembalikan segalanya pada Sang Pencipta, sehingga hidup terasa lebih ringan.

Tentang Kanker Hati

penyakit-kanker-hatiKanker hati  perlu diwaspadai gejala-gejala yang mendahuluinya. Jika tidak segera ditangani, nyawa si penderitalah taruhannya.

Diperlukan informasi yang memadai bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap risiko terjangkit penyakit kanker hati

A. Tipe Kanker

Kanker merupakan salah satu organ vital di dalam tubuh yang berperan besar pada kelangsungan hidup seseorang. Fungsi paling penting dari kanker adalah menyalurkan vitamin dan nutrisi ke seluruh tubuh, memproduksi protein yang akan membersihkan darah, dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Ada dua tipe kanker yang berpotensi menyerang hati :

1. Kanker primer

Sel-sel kanker pertama kali terbentuk di dalam hati dan selanjutnya menyebar dan merusak organ lain. Kanker jenis ini yang paling sering diderita masyarakat adalah hepatocellular carcinoma.

2. Kanker Metastasized

Kanker yang menyerang hati ini berasal dari sel-sel kanker yang terbentuk di organ lain. Ia menyerang hati karena prinsip kerja hati yang menyaring darah dari racun dan virus. Organ-organ yang menjadi tempat tumbuh sel kanker diantaranya: colon, pankreas, perut, dan dada.

pend_kanker_hati

B. Penderita

Orang yang didiagnosis menderita kanker hati berusia diatas enam puluh tahun. Dari sebuah survei di Kanada,setiap tahun sekitar 1800 orang didiagnosis menderita kanker hati, dan separuh lebih adalah lelaki.

C. Penyebab kanker hati

Penyebab kanker hati sampai sekarang belum diketahui secara pasti. Namun kanker hati dapat dikenali dari faktor-faktor yang bisa diidentifikas, penyakit yang pernah atau sedang diderita. Meliputi:

  1. Hepatitis B kronis
  2. Terinfeksi hepatitis C
  3. Cirrhosis pada liver
  4. Diabetes mellitus
  5. Terinfeksi racun, seperti jamur aflatoxin, vinyl chloride, anabolic steroids, dan arsenik
  6. Akibat merokok

D. Gejala dan komplikasi pada penderita kanker hati

Mengetahui gejala kanker hati sama halnya dengan melakukan trial error. Gejala yang sering ditunjukkan kadang tidak menunjukkan seseorang menderita kanker hati. Beberapa hal yang dirasa cukup menunjukkan seseorang kanker hati adalah sebagai berikut:

  1. Ascites : Kondisi di mana liver mengalami akumulasi cairan sehingga mengganggu keseluruhan kinerja liver dan metabolisme tubuh.
  2. Jaundice : Kulit menjadi berwarna kuning dan keseluruhan mata menjadi putih
  3. Demam
  4. Menggigil
  5. Merasa lelah yang luar biasa
  6. Nausea
  7. Nyeri pada perut
  8. Kehilangan gairah makan
  9. Berat badan yang turun drastis
  10. Nyeri pada punggung dan bahu
  11. Urin yang berwarna gelap
  12. Terjadi pendarahan di bagian dalam tubuh

Untuk memastikan bahwa seseorang menderita kanker hati, diperlukan perawatan oleh dokter. Beberapa tes yang bisa dilakukan adalah:

  1. Tes darah untuk memeriksa kandungan enzim pada liver
  2. Abdominal ultrasound untuk mengetahui ukuran liver dan apakah ada tumor di dalamnya
  3. Magnetic resonance imaging (MRI) pada abdomen
  4. Computed tomography (CT) scan pada abdomen
  5. Laparoscopy
  6. Biopsy
  7. Angiography
  8. Sinar X pada dada untuk mengetahui persebaran sel kanker

E. Katagori kanker hati

1.  Localized resectable

Kanker hanya pada satu titik di liver dan tidak berpotensi menyebar. Dapat diangkat.

2. Localized unresctable

Sel kanker masih pada satu bagian liver, tidak bisa diangkat.

3.  Advanced

Sel kanker telah menyebar di liver dan kemungkinan besar juga mempengaruhi organ lain di dalam tubuh.

4. Recurrent

Kanker kembali timbul padahal sudah dilakukan perawatan.

Tentang Kanker Paru Paru

kanker-paru-paru2Penyakit Kanker Paru-paru

Penyakit Kanker Paru-paru tergolong dalam penyakit kanker yang mematikan, baik bagi pria maupun wanita. Dibandingkan dengan jenis penyakit kanker lainnya, seperti kanker prostat, kanker usus, dan kanker payudara, penyakit kanker paru-paru dewasa ini cenderung lebih cepat meningkat perkembangannya.

Penyakit kanker paru-paru adalah sebuah bentuk perkembangan sell yang sangat cepat (abnormal) didalam jaringan paru yang disebabkan oleh perubahan bentuk jaringan sell atau ekspansi dari sell itu sendiri. Jika dibiarkan pertumbuhan yang abnormal ini dapat menyebar ke organ lain, baik yang dekat dengan paru maupun yang jauh misalnya tulang, hati, atau otak.

Penyakit kanker paru-paru lebih banyak disebabkan oleh merokok (87%), sedangkan sisanya disebabkan oleh zat asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.

  • Klasifikasi Penyakit Kanker Paru-Paru

Ada pengklasifikasian dari penyakit kanker paru-paru, Ini dilihat dari tingkat penyebarannya baik dijaringan paru itu sendiri maupun terhadap organ tubuh lainnya. Namun pada dasarnya penyakit kanker paru-paru terbagi dalam dua kriteria berdasarkan level penyebarannya:

  1. Kanker paru-paru primer
    Memiliki 2 type utama, yaitu Small cell lung cancer (SCLC) dan Non-small cell lung cancer (NSCLC). SCLC adalah jenis sell yang kecil-kecil (banyak) dimana memiliki daya pertumbuhan yang sangat cepat hingga membesar. Biasanya disebut “oat cell carcinomas” (karsinoma sel gandum). Type ini sangat erat kaitannya dengan perokok, Penanganan cukup berespon baik melalui tindakan chemotherapy and radiation therapy.Sedangkan NSCLC adalah merupakan pertumbuhan sell tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru. Misalnya Adenoma, Hamartoma kondromatous dan Sarkoma.
  2. Kanker paru sekunder
    Merupakan penyakit kanker paru yang timbul sebagai dampak penyebaran kanker dari bagian organ tubuh lainnya, yang paling sering adalah kanker payudara dan kanker usus (perut). Kanker menyebar melalui darah, sistem limpa atau karena kedekatan organ.

kanker paru paruTanda dan Gejala Penyakit Kanker Paru-paru

Tanda dan gejala kanker paru ini hanya akan muncul saat perkembangan abnormal sell ini semakin parah kearah stadium yang lebih lanjut, dan ini memerlukan waktu bertahun-tahun sejak awal perkembangannya. Bahkan ada kemungkinan tidak menampakkan adanya tanda dan gejala khusus, melainkan hanya tampak jika dilakukan X-ray. Namun jika beberapa tanda dan gejala dibawah ini apabila dirasakan, sebaiknya segeralah periksa ke dokter :

  1. Batuk-batuk yang lama pada orang merokok
  2. Kesulitan bernafas (nafas pendek)
  3. Batuk mengeluarkan darah (meskipun jumlah sedikit)
  4. Sering mengalami infeksi paru (pneumonia atau bronchitis)
  5. Adanya nyeri dada, bahu dan bagian punggung
  6. Suara yang berubah dari biasanya
  7. Batuk lebih dari 2 minggu pada orang yang tidak merokok
  8. Lainnya seperti susah menelan, leher dan wajah tampak membengkak, nafsu makan berkurang, hilangnya berat badan, cepat lelah atau lemah

Penyebab Penyakit Kanker Paru-paru

Penyebab terbesar adalah merokok, Sedangkan lainnya adalah disebabkan adanya kontaminasi udara sekitar oleh zat asbes, polusi udara oleh asap kendaraan ataupun pembakaran termasuk asap rokok. Ada beberapa kasus penyakit yang memicu terjadinya penyakit kanker paru-paru ini, yaitu penyakit TBC dan Pneumonia. Kedua penyakit ini dapat menimbulkan perlukaan pada jaringan sell organ paru sehingga mensupport terjadinya pertumbuhan sell abnormal didalam rongga tersebut. Biasanya kanker paru yang berkembang dari kasus ini adalah jenis adenocarcinoma (adenoma).

Penanganan dan Treatment Penyakit Kanker Paru

Penanganan dan treatment atau pengobatan yang dilakukan pada orang yang terdiagnosa mengalami penyakit kanker paru akan tergantung dari tingkat stadiumnya, kemungkinan dilakukannya operasi, serta kondisi umum si Penderita. Hal ini tidak terlepas dari riwayat serta penyebab dari adanya kanker paru tersebut tentunya.

Beberapa langkah yang biasa dilakukan adalah:

  1. Tindakan operasi pembedahan mengangkat sell kanker
  2. Tindakan Therapy Radiasi
  3. Tindakan Therapy Kemotherapy
  4. Tindakan penyuntikan {Photodynamic (PTD)}

Pemberian Nutrisi dan supplement dapat mengurang gejala yang disebabkan oleh kanker paru. Vitamin D dan Fe sangat baik untuk diberikan oleh penderita penyakit kanker paru, Begitu pula dengan makanan antioxidant seperti blueberri, cherri, dan buah tomat. Sumber : Lung Cancer Disease.